Tidak Kenal Dengan Syaikh Utsaimin?

 Abdullah bin Ali Al-Mutawwu’ menceritakan bahwa ia pernah menemani perjalanan Syaikh Utsaimin dari Unaizah menuju Al-Bada’i yang jaraknya sekitar 15 km untuk memenuhi undangan makan siang.

Setelah acara selesai, dalam perjalanan pulang rombongan Syaikh Utsaimin menjumpai seorang laki-laki yang memiliki jenggot berwarna merah dengan pandangan bersahabat ia melambaikan tangan ke mobil kami. Syaikh Utsaimin berkata, “Pelan-pelan, kita akan ajak dia bersama kita.”

Syaikh Utsaimin kemudian berkata, “Hendak pergi kemana anda?” Laki-laki itu menjawab, “Bolehkah saya menumpang sampai ke Unaizah?” Syaikh Utsaimin menjawab, “Boleh, tapi dengan dua syarat, pertama anda tidak boleh merokok dan kedua anda harus selalu mengingat Allah.” Ia menjawab, “Saya adalah laki-laki yang tidak merokok. Saya tadinya menumpang kepada seorang laki-laki yang merokok, maka saya minta turun disini. Sedangkan untuk mengingat Allah, maka tidaklah ada seorang muslimpun kecuali ia pasti mengingat Allah.” Maka laki-laki itupun masuk ke dalam mobil.

Selama perjalanan laki-laki tersebut sama sekali tidak menyadari bahwa dirinya sedang bersama rombongan Syaikh Utsaimin. Ketika sampai di Unaizah, laki-laki itu berkata, “Tolong tunjukkan saya dimana rumah Syaikh Utsaimin, saya memiliki beberapa permasalahan yang ingin saya tanyakan kepada beliau.”

Syaikh Utsaimin berkata, “Mengapa anda tidak bertanya kepada beliau saat di Bada’i?” Ia menjawab, “Saya melihat anda berbicara dan memberi salam kepada beliau.” Laki-laki itu berkata, “Anda pasti bercanda.” Syaikh Utsaimin tersenyum dan berkata, “Kerjakanlah shalat Ashar di masjid jami’ Unaizah, maka anda akan bertemu dengannya.” Orang itu berlalu tanpa mengetahui ia baru saja berbicara dengan Syaikh Utsaimin.

Usai shalat Ashar, laki-laki itu melihat seorang syaikh di arah depan usai mengimami shalat. Laki-laki itu bertanya tentang syaikh tersebut dan diberi tahu bahwa beliau adalah Syaikh Utsaimin. Maka laki-laki itupun mendekati Syaikh Utsaimin dan meminta maaf karena tidak mengenali beliau sebelumnya. Kemudian ia mengajukan beberapa pertanyaan dan Syaikh pun menjawabnya. Laki-laki itu pun sangat senang dan mengucapkan terima kasih kepada Syaikh Utsaimin.

Al-Jami’ li Hayat Al-‘Allamah Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin – halaman 23

Referensi:

Untaian Indah Biografi Kehidupan Ulama Ahlus Sunnah, perangkum Abu Abdillah Alercon dll (www.fatwa-online.com), penerjemah Muhammad Fathoni, terbitan  At Tuqa, hal. 124-126

Komentar ditutup.