Hukum Shalat Sunnah Di Belakang Imam Shalat Fardhu

Ini dibolehkan oleh mayoritas ulama, baik imam yang empat maupun selainnya, berdasarkan dalil-dalil berikut ini:

 Hadits Abu Dzar Radhiyallahu ‘Anhu, ia berkata, “Rasulullah Shallallahu ‘Alayhi wa Sallam bersabda, ‘Bagaimana sikapmu jika engkau diperintah oleh para penguasa yang menunda  shalat atau mematikan shalat hingga lewat habis waktunya?’ Aku malah bertanya, ‘Pada saat seperti itu, apa yang engkau perintahkan kepadaku?’ Beliau menjawab, ‘Shalatlah tepat pada waktunya, lantas jika engkau dapati mereka shalat maka shalatlah lagi bersama mereka. Karena shalat tersebut sebagai shalat sunnah bagimu’.” [1]

  Hadits Yazid bin Al-Aswad, ia berkata, “Aku pernah melihat langsung ibadah haji Nabi, lalu aku shalat Subuh bersama beliau di masjid Khif. Ketika selesai shalat, ternyata beliau melihat dua orang yang tidak ikut shalat bersama beliau, maka beliau bersabda, ‘Hadapkan kedua orang itu kepadaku!’ Keduanyapun dibawa ke hadapan Rasulullah dalam keadaan gemetar karena ketakutan, lalu beliau bertanya, ‘Apakah yang menghalangi kalian untuk mengerjakan shalat bersama kami?’Mereka menjawab, ‘Wahai Rasulullah, kami sudah mengerjakan shalat di kemah kami.’ Rasulullah bersabda, ‘Jangan lakukan seperti itu. Jika kalian memang sudah megerjakannya di kemah, kemudian kalian dapati orang-orang sedang melaksanakan shalat berjamaah di masjid, maka shalatlah bersama mereka, karena shalat tersebut terhitung shalat sunnah bagi kalian’.” [2]

 

Footnote:

[1]. Hadits shahih, diriwayatkan oleh Muslim (648), At-Tirmidzi (176). Lihat Kitab Ta’zhim Qadra Ash-Shalah (1007)

[2]. Hadits shahih, diriwayatkan oleh At-Tirmidzi (219), An-Nasa’i (II/112) dan lain-lain.

[Shahih Fiqih Sunnah jilid 1, Syaikh Abu Malik Kamal bin As-Sayyid Salim hal. 477, terbitan Pustaka At-Tazkia]

 Sumber: www.tamansunnah.com

 

Komentar ditutup.