Daily Archives: 15 Januari 2012

Derajat Wali lebih Tinggi Dari Nabi?

Abu Ismail Muhammad Rijal, Lc

قال النبي  r: ( إن من عباد الله لأناسا ما هم بأنبياء ولا شهداء يغبطهم الأنبياء والشهداء يوم القيامة بمكانهم من الله تعالى )  قالوا : يا رسول الله تخبرنا من هم قال : ( هم قوم تحابوا بروح الله على غير أرحام بينهم ولا أموال يتعاطونها فوالله إن وجوههم لنور وإنهم على نور لا يخافون إذا خاف الناس ولا يحزنون إذا حزن الناس ) وقرأ هذه الآية ( ألا إن أولياء الله لا خوف عليهم ولا هم يحزنون ) ( صحيح )

Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam, bersabda: Sesungguhnya diantara hamba-hamba Allah ada manusia yang mereka bukan nabi bukan pula syuhada namun para nabi dan shuhada memuji dan kagum dengan mereka pada hari kiamat karena kedudukan mereka disisi Allah. Shahabat bertanya: Wahai Rasulullah kabarkanlah kepada kami siapa mereka. Rasul bersabda: Mereka adalah Kaum yang saling mencintai kareana Allah, sementara tidak ada hubungan darah diantara mereka, bukan pula karena harta yang mereka harapkan, demi Allah wajah-wajah mereka adalah cahaya dan mereka diatas cahaya, tidak takut disaat manusia takut, dan tidak bersedih dikala manusia bersedih. Kemudian Rasulullah membaca firman Allah:

ألا إن أولياء الله لا خوف عليهم ولا هم يحزنون

Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. Yunus: 62 Baca lebih lanjut

Mengagungkan Nama dan Sifat Allah

Diterjemahkan oleh Abu Hamid Fauzi bin Isnain

dari Kajian Kitabut Tauhid Asy-Syaikh Abdurrahman bin ‘Umar Al-Mar’i, ‘Aden, Sabtu, 26 Rabi’ul Awwal

1431, 13 Maret 2010.

باب قول الله تعالى: (وَلِلّهِ الأَسْمَاء الْحُسْنَى فَادْعُوهُ بِهَا وَذَرُواْ الَّذِينَ يُلْحِدُونَ فِي أَسْمَآئِهِ)» الآية

ذكر ابن أبي حاتم عن ابن عباس رضي الله عنهما (يُلْحِدُونَ فِي أَسْمَآئِهِ): يشركون. وعنه: سموا اللات من الإله، والعزى من العزيز. وعن الأعمش: يدخلون فيها

ما ليس منها.

      Kitabut Tauhid sebagian besar membahas tauhidullah dari sisi uluhiyah dan perkara-perkara yang membatalkan atau merusaknya. Dan pada bab-bab akhir dari kitab ini, Asy Syaikh Muhammad At-Tamimi ingin menjelaskan tauhidullah dari sisi rububiyah dan asma was sifat.

Khusus dalam bab ini, beliau bermaksud menetapkan bahwa di antara macam tauhid  yang harus diimani adalah bahwa Allah memiliki Al Asma` Al Husna dan As Sifat Al ‘Ula. (Beliau juga membahas perkara yang) terkait dengan Al-Asma wa Ash-Shifat yaitu permasalahan tawassul yang masyru’ (yang disyariatkan) dan tawassul yang mamnu’ (dilarang). Baca lebih lanjut